seminar_workshop_2106_header

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN REPRODUKSI (IKR) JENJANG MAGISTER

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

Program Studi (Prodi) Ilmu Kesehatan Reproduksi (IKR) Jenjang Magister FKUA merupakan salah satu Prodi Magister yang ada di FKUA. Program Studi IKR Jenjang Magister FKUA memiliki ijin pendirian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DirJen Dikti) tanggal. 4-11-1993; Nomer. 593/DIKTI/Kep/1993, dengan kota lokasi Prodi di Surabaya, sesuai ijin Prodi.
Program Studi IKR Jenjang Magister FKUA didirikan untuk memenuhi kebutuhan tenaga dalam bidang Kesehatan Reproduksi untuk meningkatkan kesehatan reproduksi,yang terkait dengan masalah fertilitas, infertilitas dan kesehatan Reproduksi pada umumnya. Lulusan Program Studi IKR Jenjang Magister FKUA mempunyai kompetensi sesuai dengan visi, misi, dan tujuan prodi ini.

Alumni IKR

OUR VISION

  • Menjadi Program Studi Ilmu Kesehatan Reproduksi Jenjang Magister yang mandiri, inovatif, unggul di ASEAN dalam Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat, serta berperilaku luhur dan berlandaskan moral agama.

OUR MISSION

  • Menghasilkan lulusan yang unggul dan mempunyai kompetensi keilmuan di bidang kesehatan reproduksi
  • Menghasilkan lulusan mampu mengembangkan penelitian yang dinamis untuk pengkajian, pemecahan masalah dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan reproduksi.
  • Menghasilkan lulusan yang mampu menghasilkan penelitian aplikatif yang dapat dipublikasikan di tingkat nasional dan internasional.
  • Menghasilkan lulusan yang mampu menjadi pemuka dalam pengembangan bidang ilmu seperti Andrologi, Embriologi dan Bioteknologi reproduksi maupun dalam pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kesehatan reproduksi.

 

OUR GOAL

Tujuan  Program  Studi Ilmu Kesehatan Reproduksi Jenjang Magister adalah meningkatkan keilmuan sumber daya manusia yang terkait dengan perkembangan dasar pelayanan dalam bidang reproduksi khususnya pada pemanfataan dalam bidang infertilitas, pengendalian kesuburan  dan bidang reproduksi pada umumnya.

Capaian Pembelajaran

Program Studi Ilmu Kesehatan Reproduksi Jenjang Magister

Capaian :
Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Reproduksi Fakultas Kedokteran
Universitas Airlangga akan menghasilkan lulusan Magister Ilmu Kesehatan
Reproduksi yang mempunyai peran dan ciri sebagai berikut :
1. Communicator
2. Scientific and Evidence Based Decision Maker
3. Community Leader
4. Agen Perubahan
5. Kritis
6. Analitis
7. Evaluatif
8. Aplikatif
9. Kreatif yang mampu :
a) Merancang, melaksanakan ,publikasi penelitian nasional/internasional
berdasar evidence base untuk memecahkan masalah Penyakit
Kesehatan Reproduksi;
b) Menerapkan IPTEKS bidang biomolekuler , klinis;
c) Merancang dan mengembangkan model pendidikan atau pelayanan
berdasar pengembangan IPTEKS Kesehatan Reproduksi

Kompetensi Lulusan

Program Studi Ilmu Kesehatan Reproduksi Jenjang Magister

Kompetensi Lulusan :
Pada akhir pembelajaran, peserta didik Ilmu Kesehatan Reproduksi, mampu:
1. Mengaplikasikan pengetahuan terhadap organ reproduksi dan fungsinya serta
proses biomolekulernya untuk pengembangan dalam bidang Reproduksi.
2. Mengaplikasikan dasar fisiologi menstruasi dan kelainannya, proses
spermatogenesis dan kelainannya, serta kelainan yang terkait sebagai dasar untuk
pelayanan sesuai profesi yang mendasarinya.
3. Mengaplikasikan Ilmu Kesehatan Reproduksi (IKR) melalui penalaran ilmiah dan
penelitian serta mempunyai kemampuan untuk mengembangkan penampilan
profesi dengan spektrum IKR yang luas. Melakukan penelitian dalam bidang Ilmu
Kesehatan Reproduksi
Sub Kompetensi :
Lulusan magister Ilmu Kesehatan Reproduksi mampu:
1. Mengaplikasikan dalam bidang Kesehatan Reproduksi dasar fisiologi menstruasi
dalam penanganan kasus infertilitas, gangguan menstruasi dan pengendalian
kesuburan.
2. Mengaplikasikan dasar Biologi Reproduksi untuk penanggulangan gangguan
reproduksi, identifikasi dan isolasi berbagai hormon reproduksi dari biakan hormon
reproduksi.
3. Mampu menganalisa masalah yang berkaitan dengan proses pembentukan
spermatozoa, penyimpanan serta pengendaliannya, fungsi sperma sampai proses
fertilisasi, serta menguasai metode analisis sperma dan uji fungsi sperma dan
mengintegrasikannya dalam penelitiannya.
4. Mampu mengaplikasikan pemahaman terhadap pola imunologi reproduksi
wanita khususnya di interface decidualis, yang terkait dengan dengan pola
imunopathologi yang terjadi, komplikasi kehamilan yang meliputi abortus, kelainan
konginetal, gangguan pertumbuhan janin, partus prematurus dan preeklasiaeklamsia.
5. Mengaplikasikan dasar pengetahuan perkembangan psikoseksual sejak masa
foetal, bayi, balita, anak sekolah, remaja, dewasa dan usia lanjut.
6. Mengaplikasikan solusi dari masalah psikoseksual dalam kehidupan keluarga,
dampak adanya deviasi perilaku dan kelainan nafsiah maupuin naluriah serta
akibat social yuang ditimbulkannya.
7. Mengaplikasikan pengetahuan metodologi penelitian, biostatisitik, filsafat ilmu,
dan bioetik dalam kegiatan penelitian dengan benar.

Capaian Prodi Magister IKR

  • Program  Studi  Magister  Ilmu Kesehatan Reproduksi Fakultas Kedokteran Universitas  Airlangga  akan  menghasilkan  lulusan  Magister  Ilmu Kesehatan Reproduksi yang mempunyai peran dan ciri sebagai berikut :

    1. Communicator
    2. Scientific and Evidence  Based  Decision  Maker
    3. Community Leader
    4. Agen Perubahan
    5. Kritis
    6. Analitis
    7. Evaluatif
    8. Aplikatif
    9. Kreatif yang  mampu :
      • Merancang, melaksanakan ,publikasi penelitian nasional/internasional  berdasar  evidence base  untuk  memecahkan  masalah  Penyakit  Kesehatan  Reproduksi;
      • Menerapkan IPTEKS  bidang  biomolekuler , klinis;
      • Merancang dan  mengembangkan  model  pendidikan atau pelayanan berdasar pengembangan  IPTEKS  Kesehatan  Reproduksi

Kompetensi Lulusan

Pada akhir pembelajaran, peserta didik Ilmu Kesehatan Reproduksi, mampu:

  1. Mengaplikasikan pengetahuan terhadap organ reproduksi dan fungsinya serta proses biomolekulernya untuk pengembangan dalam bidang Reproduksi.
  2. Mengaplikasikan dasar fisiologi menstruasi dan kelainannya, proses spermatogenesis dan kelainannya, serta kelainan yang terkait sebagai dasar untuk pelayanan sesuai profesi yang mendasarinya.
  3. Mengaplikasikan Ilmu Kesehatan Reproduksi (IKR) melalui penalaran ilmiah dan penelitian serta mempunyai kemampuan untuk mengembangkan penampilan profesi dengan spektrum IKR yang luas. Melakukan penelitian dalam bidang Ilmu Kesehatan Reproduksi

 

Sub Kompetensi :

Lulusan magister Ilmu Kesehatan Reproduksi mampu:

  1. Mengaplikasikan dalam bidang Kesehatan Reproduksi dasar fisiologi menstruasi dalam penanganan kasus infertilitas, gangguan menstruasi dan pengendalian kesuburan.
  2. Mengaplikasikan dasar Biologi Reproduksi untuk penanggulangan gangguan reproduksi, identifikasi dan isolasi berbagai hormon reproduksi dari biakan hormon reproduksi.
  3. Mampu menganalisa masalah yang berkaitan dengan proses pembentukan spermatozoa, penyimpanan serta pengendaliannya, fungsi sperma sampai proses fertilisasi, serta menguasai metode analisis sperma dan uji fungsi sperma dan mengintegrasikannya dalam penelitiannya.
  4. Mampu mengaplikasikan pemahaman terhadap pola imunologi reproduksi wanita khususnya di interface decidualis, yang terkait dengan dengan pola imunopathologi yang terjadi, komplikasi kehamilan yang meliputi abortus, kelainan konginetal, gangguan pertumbuhan janin, partus prematurus dan preeklasia- eklamsia.
  5. Mengaplikasikan dasar pengetahuan perkembangan psikoseksual sejak masa foetal, bayi, balita, anak sekolah, remaja, dewasa dan usia lanjut.
  6. Mengaplikasikan solusi dari masalah psikoseksual dalam kehidupan keluarga, dampak adanya deviasi perilaku dan kelainan nafsiah maupuin naluriah serta akibat social yuang ditimbulkannya.
  7. Mengaplikasikan pengetahuan metodologi penelitian, biostatisitik, filsafat ilmu, dan bioetik dalam kegiatan penelitian dengan benar.

Analisis Kompetensi

Sebesar 76 % dari seluruh beban studi prodi atau sebesar 38 sks terdiri dari mata ajar wajib yang dalam pencapaian kompetensi utama.

 

Kompetensi pendukung merupakan kompetensi yang ditambah oleh prodi Magister IKR untuk memperkuat kompetensi utamanya. Kompetensi pendukung merupakan perangkat kompetensi yang bersifat mendukung pencapaian kompetensi utama. Pada prodi magister IKR ini sebesar 12 sks atau 25% merupakan kompetensi pendukung.

 

Jenis Kompetensi :

  1. Kompetensi Utama  ( proporsi 40-80% dari beban studi prodi) : 76 % = 38 sks
  2. Kompetensi Pendukung  ( proporsi 20-40% dari beban studi prodi) : 24 % =  12 sks
  3. Kompetensi Khusus  ( proporsi 0-30% dari beban studi prodi) : 0 % =0  sks

 

Area Kompetensi :

  1. Kompetensi kognitif (head)
  2. Kompetensi psikomotor (hand)
  3. Kompetensi afektif (heart)

 

Elemen Kompetensi :

Program Studi IKR Jenjang Magister FKUA merupakan pendidikan Magister yang memiliki beban studi 48 (empat puluh delapan) sks, yang ditempuh dalam waktu 4 (empat) semester. Mata ajaran dalam struktur kurikulum  Prodi IKR dikelompokkan menjadi bermacam elemen, yaitu:

 

  1. Elemen Kompetensi  Pengembangan  Kepribadian (MPK)

 

  1. Elemen Kompetensi Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) : 14 sks
  2. Metodologi Penelitian
  3. Biostatistika
  4. Biologi Sel
  5. Penelitian dan Penulisan Tesis

 

  1. Elemen Kompetensi Keahlian Berkarya (MKB) : 32 sks

1.  Spermatologi

2.  Fisiologi Reproduksi

3.  Bioreproduksi

4.  Metode Lab. Fertilitas

5.  Endokrinologi Reproduksi

6.  Biologi Molekuler

7.  Seksualitas dan Psiko-pathologi Seks

8.    Pathologi Reproduksi Wanita

9.    Embriologi

10.  Mikrobiologi Reproduksi dan Imunologi Reproduksi

11.  Teknologi Berbantu

12.  Kependudukan dan Epidemiologi

13.  Pathologi Reproduksi Pria

14.  Pengendalian Fertilitas dan Infertilitas

 

  1. Elemen Kompetensi Perilaku Berkarya (MPB) : 2 sks
  • Filsafat Ilmu dan Bioetik

 

  1. Elemen Kompetensi Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)

SINEMATOGRAFI FK UNAIR

1 ABAD PENDIDIKAN DOKTER DI SURABAYA

29 KADEP
 
 
31 KODIK
 
16 UNIT